Page ini sebenanya lebih berorientasi pada dokumentasi pribadi atas desain2 kami dan catatan2 kami seputar Arsitektur // bukan sebagai sarana pokok untuk mempromosikan biro desain Arsitektur kami (Kreasi Arsitek) // Namun jika ada yang menghubungi kami lewat page ini, Alhamdulillah berarti rezeki bagi kami :D // jika dibutuhakan berikut Nomor kontak kami : Telp/ sms : 081285421254 atau WA : 081995333462 // Hatur nuhun... :D

RESORT HOUSE


Berawal dari liburan ke kota satria (purwokerto) bersama istri guna temui keluarga, projek amal sosial  pribadi kami (Kreasi Arsitek) berupa desain rumah cuma-cuma pun terlahir disana. Jika sebelumnya saya pernah menangani projek sosial berupa desain masjid, maka pada kesempatan kali ini kami berkesempatan menangani desain bangunan rumah tinggal.
Satu amal sosial pribadi lain yang sudah menjadi cita-cita sedari dulu adalah menggratiskan desain bagi siapa saja yang masih memiliki nasab keluarga. Alhamdulillah sampai dengan narasi desain ini kami uraikan setidaknya sudah ada 4 desain rumah yang kami buat untuk keluarga secara Cuma-Cuma, yakni projek Diferent  Home (ReDesain fasade rumah umi), Buffer House ( Rumah aang Sulaiman),  Cheaper House (Rumah abang gent),  Max Suitable House (Rumah aang  Map). 

 
Rumah bapak narso, atau kami memanggilnya kang narso, adalah rumah yang menjadi objek desain  kali ini. Sebuah rumah tua 1 lantai ditanah berkontur dengan kemiringan terpangkas  mencapai 1,5 m  dengan luasan mencapai  175 m2, namun karna satu dan lain hal rumah tersebut hanya dibeli seprauh bagian belakangnya saja. Pada bagian belakang (timur) terdapat kolam ikan memanjang dari utara ke selatan. Jalan akses utama menuju rumah berada disebelah selatan dengan lebar 2.75 m, tanpa space terhadap rumah. Latar belakang pemilik adalah seorang ketua RT dan istri berprofesi sebagai guru SD sekaligus  sebagai pengajar TPA dengan jumlah keluarga cukup besar. Permintaan khusus adalah ruang besar sebagai tempat tarawih  sebab pada bagian timur utara terdapat mushola yang sejajar dengan rumah,  dan juga 1 ruang garasi multi fungsi.

 
Atas dasar ini lah kemudian lahir desain dengan konsep RESORT HOUSE. Sebuah desain hunian sederhana  yang menjadikan kolam dan arah hadap timur  bangunan sebagai vokal point, hal tersebut direalisasikan dengan jalan menghadirkan bukaan maksimal pada sisi timur bangunan. Tanah berkontur sisi selatan dipangkas rata bahu jalan, Lantas kemudian dijadikan sebagai garasi dan ruang multi fungsi. Keberadaan kolam yang kini menjadi sejajar mata memanding disisi timur pada ruang tersebut menghadirkan nuansa kedamaian dan kesejukan

Dinding garasi berupa susunan bebatuan gunung yang dibiarkan apa adanya  selain semakin menambah kesan kesejukan juga berfungsi sebagai tanggul penahan galian tanah. Pada sisi utara terdapat ruang keluarga, 2 kamar tidur, 1 set kamar mandi dan  area dapur terbuka . Ruang tersebut dapat diakses melalui anak tangga dari garasi dengan elevasi 1.5 m, atau dapat pula diakses melalui deretan 6 buah pintu pintu lipat yang berada tepat pada sisi  barat (sejajar mushola). 

Pintu lipat tersebut  dapat mempermudah ketika jama’ah shalat tarawih tumpah ruah sampai keruamah. Ruang besar sebetulnya berfungsi sebagai ruang keluarga juga dapat difungsikan sebagai ruang mengaji bagi anak-anak TPA. Sebelah selatan dari ruang  tersebut terdapat ruang dengan bukaan maksimal berupa pintu dan jendela kaca yang berfungsi sebagai ruang tamu utama. Ruang tersebut tepat berada diatas garasi dan ruang multi fungsi.  Ketinggian terhadap garasi adalah + 3m, sedang terhadap ruang keluarga adalah + 1.5 m.   

 
Dengan permainan ketinggian tersebut  kemudian kesan kemewahan bisa kita rasakan. Pada sisi timur dan selatan terdapat selasar dan teras terkantilever, selain sebagi akses dan sirkulasi luar menuju ruang keluarga juga berfungsi sebagai area bersantai  bersama  dengan kolam ikan disisi timur bawah sebagai pemandanganya, dan sungguh kesan Resort House benar-benar akan dapat kita rasakan didalamnya. Akses ruang tamu utama juga dapat diakses melalui tangga luar  yang tepat berada disisi selatan, jumlah anak tangga yang harus diakses pun tidak seberapa sebab perbedaan ketinggian hanya 1.5 m saja
 
Main entrance menuju anak tanga sengaja kami pilih melalui pinggiran kolam agar menghadirkan kesan istimewa resort house terasa sejak pertama. Untuk alsan kemanan kami gunakan pagar yang terbuat dari bambu. Hal tersebut sekaligus menjadi pelengkap nuansa lokalitas sebab bentuk atap yang kami adopsi adalah atap jawa, demikian juga material pilihan plafond yang tersbut dari dari anyaman bambu  sebagaimana yang banyak dijumpai disekitar bangunan tersebut berada.  Akhirnya kami sampaikan terimkasih atas kepercayaan saudara semua.

Ardiansyah / Kreasi Arsitek

Tidak ada komentar:

Posting Komentar